Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

YTF Simpul NTT Diskusi TPPO Bersama HMI Cabang Kupang

Facebook
Twitter
LinkedIn

YTF Simpul NTT bersama HMI Cabang Kupang mengadakan diskusi terkait isu TPPO, pada Sabtu (16/09/23). Kegiatan ini bertajuk “Duduk Bacarita Tindak Pidana Perdagangan Orang” dan bertempat di aula HMI Komisariat Widyarman, Kupang.

Diskusi ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada para peserta terkait isu TPPO dan realitanya di NTT serta strategi mengatasi kasus perdagangan orang.

Djong Iskandar, selaku panitia, mengungkapkan diskusi ini sebagai wadah saling belajar, dimana teman-teman YTF dan HMI bisa saling berbagi pengalaman dan pandangan terkait TPPO di NTT.

“Harapannya diskusi ini menjadi perpanjangan informasi, agar tidak sebatas komunitas yang fokus pada isu TPPO, tetapi juga tersampaikan kepada komunitas atau lembaga yang lain” ungkap Djong.

(Foto: Gres Gracelia memberikan materi diskusi)

Sesi diskusi dibuka dengan pemaparan materi dari Gres Gracelia, anggota YTF. Di dalam materi tersebut Gres memaparkan definisi perdagangan orang seturut UU No. 21 Tahun 2007, pelaku dan modus-modus TPPO.

Ia juga menjabarkan realita TPPO di NTT serta enam faktor penyebabnya, antara lain: faktor ekonomi, pendidikan, hukum, sosial, budaya, dan topografi (manusia dan lingkungan).

Selama sesi pemaparan materi dibuka kesempatan untuk para peserta memberikan pertanyaan dan pengalaman yang ditemukan baik dalam keluarga maupun lingkungan sekitar.

(Foto: Peserta memberikan pertanyaan)

Di akhir sesi ini ada ice breaking yang dipandu Untung Nomleni serta pemutaran film pendek berjudul “Kabar dari Medan”. Selepas menonton film para peserta kembali berdiskusi. Mereka mengaitkan film tersebut dengan realita sekarang serta membahas upaya-upaya kolaboratif dalam mengatasi kasus perdagangan orang di NTT.

Reni Handa, Ketua KORPS HMI-WATI Cabang Kupang, memberi kesan bahwa kegiatan ini sangat bagus. “Diskusi TPPO ini sangat edukatif bagi para kader HMI, khususnya teman-teman perempuan di HMI Cabang Kupang. Karena kebanyakan korban TPPO adalah kaum perempuan” ungkapnya.

(Foto: Sesi ice breaking bersama Untung Nomleni)

Reni berharap agar orang muda bisa menjadi penggerak dalam melawan kasus TPPO. Ia menyarankan bisa lewat jalur advokasi atau edukasi bagi orang-orang yang masih awam supaya mereka tidak menjadi korban perdagangan orang.

“Semoga yang telah didapatkan hari ini bisa kita sebarkan. Mulai dari keluarga sendiri, teman-teman, organisasi, hingga ke area yang lebih luas” pesan Reni yang merupakan mahasiswa Keperawatan Poltekes Kupang. (Yose)

More Posts

id_IDBahasa Indonesia