Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

“Suara Anak Muda Ngada”: FGD Advokasi Anak Muda Kabupaten Ngada Dalam Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Facebook
Twitter
LinkedIn

Youth Taskforce Anti TPPO (YTF) menggelar Focus Group Discussion untuk mengadvokasi anak muda Kabupaten Ngada dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berjudul “Suara Anak Muda Ngada” pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan yang berlokasi di kedai Ngada Bangkit ini dihadiri oleh lima belas orang anak muda Ngada yang merupakan anggota Forum Pemuda Ngada Anti TPPO. Forum ini dibentuk atas inisiasi YTF Anti TPPO pada tahun 2023 lalu.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi anak muda Ngada terutama dalam upaya pencegahan TPPO di daerah tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi anggota Forum Pemuda Ngada Anti TPPO terkait TPPO itu sendiri dengan modus-modus yang terbarukan, serta bagaimana melakukan advokasi yang benar dengan mempelajari bersama teknik-teknik advokasi khususnya kepada pemerintah sebagai upaya memperluas kolaborasi anak muda dalam mencegah terjadinya TPPO.

Kegiatan yang difasilitasi oleh tiga orang anggota YTF Anti TPPO ini membahas tiga tema utama, yakni: Refreshment Materi TPPO oleh Ando Roja Sola, Peran Strategis Anak Muda dalam Pencegahan TPPO oleh Stefani Kowe dan Dasar-Dasar Advokasi Sosial untuk Pencegahan TPPO oleh Nando Rure.

Melalui diskusi kelompok dan presentasi, para peserta bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka terkait tema-tema diskusi yang diangkat. Berkat itu, peserta juga menyadari bahwa masalah TPPO merupakan issue yang urgent, berat dan kompleks sehingga dalam upaya pemberantasannya diperlukan kerjasama lintas sektor, mulai dengan memperluas jaringan kaum muda maupun dengan berkolaborasi bersama pemerintah.

Natalia Wila, salah satu peserta dalam kegiatan tersebut menyampaikan kesan dan pesannya pada akhir kegiatan

“Kegiatan Forum Anak Muda Ngada Anti TPPO ini memberikan kesan yang sangat positif dan inspiratif bagi saya apalagi suasana diskusi terasa hangat, inklusif, dan penuh semangat kolaborasi. Selain itu banyak anak muda dari berbagai latar belakang dapat berdialog secara terbuka, saling berbagi pandangan, serta memperdalam pemahaman saya tentang bahaya dan kompleksitas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Forum ini menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya peduli, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan dalam isu kemanusiaan. Semoga forum ini tidak berhenti sebagai ruang diskusi semata, tetapi menjadi titik awal aksi nyata dan berkelanjutan. Saya harap forum ini terus meningkatkan literasi tentang TPPO, berani bersuara, serta aktif melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing. Dengan jejaring yang kuat, advokasi yang konsisten, dan kolaborasi lintas komunitas, anak muda dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPPO.” Pungkas Natalia.

Melalui kegiatan FGD Advokasi Anak Muda Kabupaten Ngada ini, diharapkan para peserta, khususnya generasi muda, semakin memiliki pemahaman yang mendalam tentang bahaya dan modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Anak muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi yang benar, meningkatkan kewaspadaan masyarakat, serta mendorong sikap kritis terhadap tawaran kerja yang tidak jelas dan berisiko. Selain itu, hasil FGD ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan komunitas anak muda dalam upaya pencegahan TPPO secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi tersebut, Kabupaten Ngada diharapkan mampu membangun sistem perlindungan yang lebih kuat, menciptakan ruang aman bagi anak dan perempuan, serta menekan angka kasus perdagangan orang melalui edukasi, advokasi, dan tindakan nyata di tingkat masyarakat.

(Stefani Kowe)

 

More Posts

id_IDBahasa Indonesia