Rabu (23/10/2024), perwakilan dari Youth Task Force Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang Indonesia (YTF) yaitu Roudhotul Jannah melakukan sharing bersama Duta Anti Human Trafficking Jepang, Rise Hosoi.
Acara ini diselenggarakan di Pusat Studi Spiritualitas Carolus Borromeus Yogyakarta. Sebanyak 20 peserta saling berdiskusi tentang kasus perdagangan orang di Indonesia dan Jepang.

Acara ini diselenggarakan oleh Talithakum Indonesia, sebuah perserikatan biarawati yang berfokus pada isu perdagangan orang. Tidak hanya biarawan biarawati yang hadir pada acara ini melainkan juga anak muda lintas agama.
Kasus perdagangan orang makin marak dan terjadi dimana-mana tidak mengenal usia, agama, dan latar belakang lainnya. Siapapun bisa menjadi korban.
Jannah menyampaikan bahwa kasus perdagangan orang di Indonesia terus meningkat. Sekarang trendnya justru menyasar kepada anak muda dengan pendidikan sarjana melalui modus online scaming. Mereka dijanjikan untuk bekerja di perkantoran tetapi ternyata disuruh menjadi online scammer.
Sementara Rise menyampaikan bahwa Jepang tidak selalu seperti yang di bayangan orang-orang dengan keindahannya. Ada sisi gelap Jepang seperti sex trafficking yang marak. Selain itu juga eksploitasi kerja, tidak ada ijin kerja kepada pekerja yang sakit serta kekerasan yang dialami pekerja.
Frater Moses, SCJ mengatakan bahwa kolaborasi telah dilakukan oleh YTF bersama Youth Ambassador Anti Human Trafficking Talithakum Indonesia. Beberapa diskusi serta pembuatan konten edukasi telah dibuat sebagai upaya peningkatan kesadaran anti perdagangan orang bagi anak muda.
Banyak permasalahan ini tidak bisa diselesaikan jika kita bekerja sendiri. Oleh karenanya perlu dilakukan kolaborasi lintas sektor, agama, dan negara.
Mari sama-sama berjuang di isu ini. Masalah kemanusiaan merupakan masalah bersama. Stop human trafficking! (Jannah)





