Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Seminari KPA St. Paulus Mataloko Adakan Sosialisasi Upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak

Facebook
Twitter
LinkedIn

Seminari merupakan sebuah lembaga pendidikan calon imam dan biarawan. Di dalam seminari dididik dan dibina para remaja dan pemuda untuk memupuk tunas-tunas panggilan, dengan pola pembinaan yang khas, terutama bimbingan rohani yang matang, pembinaan moral dan intelektual, juga pemeliharaan kesehatan badan maupun jiwa. Sebagai perwujudan nyata dari pemeliharaan kesehatan tersebut, seminari KPA St. Paulus Mataloko telah melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak

Kegiatan ini dilakukan atas kolaborasi bersama dengan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bajawa, Komisi Kesehatan Kevikepan Bajawa dan Puskesmas Koeloda pada tanggal 27 Maret 2025 lalu.

Kegiatan yang dihadiri oleh 59 siswa seminari ini membahas materi tentang Kesehatan Reproduksi, Upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak/Remaja hingga melakukan Test Psikologi pada siswa KPA untuk pendampingan perorangan sebagai persiapan menuju tahap pembinaan selanjutnya dalam kehidupan membiara.

Terlaksananya kegiatan ini juga berangkat dari keprihatinan terhadap kasus kekerasan terhadap anak yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Ngada, termasuk dalam seminari. Para seminaris perlu diberikan pemahaman tentang UU Perlindungan Anak dan prosedur pengaduan penanganan masalah atau mekanisme rujukan di Kabupaten Nagda.

(Foto: Penyampaian Materi)

Para peserta sangat antusias selama kegiatan berlangsung, selain karena metode kegiatan yang interaktif dan mengasyikan, mereka mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut karena bagi mereka ini merupakan issue yang baru dipelajari meski pada faktanya sudah banyak terjadi disekitar mereka.

Yohanes Capestrano Tue Ude, O.Carm, Rektor Seminari KPA St. Paulus Mataloko dalam sambutannya menyatakan harapan bagi para seminaris agar dapat memantapkan diri untuk melanjutkan langkah mereka dalam kehidupan membiara, termasuk melalui test psikologi yang telah dilaksanakan itu.

(Foto: Sambutan Rektor Seminari KPA St. Paulus Mataloko)

More Posts

id_IDBahasa Indonesia