Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Sahabat Muda VIVAT Ende Siap Terlibat Dalam Gerakan Pemberantasan TPPO

Facebook
Twitter
LinkedIn

Keterlibatan VIVAT Indonesia dalam gerakan pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) selalu mengikutsertakan berbagai lapisan masyarakat, termasuk kaum muda NTT. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Komunitas Sahabat Muda VIVAT Ende yang terbentuk melalui kegiatan Training of Trainer (TOT) Pencegahan TPPO dengan Pendekatan Gender Transformatif. Kegiatan yang dihadiri oleh dua puluh lima anak muda lintas agama di Ende ini berlangsung selama dua hari yakni pada 17–18 Oktober 2025, bertempat di Aula Biara Santu Konradus, Wirajaya, Ende.

Kegiatan yang berlangsung dibawah koordinasi Br. Pio Hayon, SVD ini menghadirkan Yosefhina Dafrosa dari Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) dan Stefania Kowe dari Youth Taskforce Anti TPPO sebagai fasilitator. Mereka berhasil membungkus proses pelatihan dengan menarik melalui metode partisipatif dan interaktif dengan berbagai sesi seperti sharing, refleksi, role play, diskusi kelompok serta presentasi hasil kerja kelompok.

(Foto: Sesi diskusi dan presentasi hasil kerja kelompok)

Materi yang dipelajari mencakup tema-tema strategis yang menjadi akar permasalahan TPPO seperti Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), analisis kemiskinan, pemahaman risiko migrasi hingga peran laki-laki dan perempuan dalam Masyarakat. Semua peserta dalam kegiatan tersebut sangat antusias dan aktif, sebab menurut mereka materi yang dipelajari terjadi secara nyata dalam kehidupan sehari – hari.

Setelah mengikuti kegiatan selama dua hari yang penuh dengan pengalaman dan pengetahuan terkait TPPO, para peserta menyatakan komitmen dan kesiapan mereka untuk terlibat dalam gerakan pemberantasan TPPO melalui penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang kini tengah dilakukan pada komunitas masing-masing yakni Orang Muda Katolik dari lima paroki yang ada di Kota Ende, Pemuda Shalom, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ende.

(Foto: Suasana kegiatan di luar ruangan)

Melalui pelatihan ini, orang muda diharapkan menjadi agen perubahan yang mendorong kesadaran publik serta melibatkan komunitas muda dalam memberantas TPPO, seperti yang disampaikan oleh P. Agus Duka, SVD selaku Direktur VIVAT Indonesia dalam sambutannya bahwa TPPO bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan juga kejahatan kemanusiaan yang merampas masa depan generasi muda. Dengan adanya pelatihan ini generasi muda diharapkan mampu bergandengan tangan untuk mencegah TPPO.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah panggilan kemanusiaan. TPPO adalah kejahatan serius yang merampas hak dan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, kita semua baik dari lintas agama maupun lintas sektor, punya tanggung jawab untuk bergandengan tangan memberantas TPPO,” tegasnya. (Fani)

(Foto: Sambutan Direktur VIVAT Indonesia, P. Agus Duka, SVD)

More Posts

en_USEnglish