Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Orang Muda Atambua Serukan “Jangan Diam Saja…!! “ pada Perdagangan Orang

Facebook
Twitter
LinkedIn

Youth Taskforce Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TYF Anti TPPO) bersama dengan KITA INSTITUTE melaksanakan pelatihan Gender, Human Traffciking dan Kampanye Media sosial kepada orang-orang muda di kota Atambua. Pelatihan ini dilaksanakan selama (2) dua hari yaitu pada tanggal 27-28 September 2024 bertempat di Hotel Timor dan diikuti oleh belasan orang muda perwakilan dari komunitas radio, Orang Muda Katolik, dan pemuda Atambua.

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena mereka menyadari bahwa perdagangan orang menjadi masalah besar yang marak terjadi di kota tercinta mereka. Frederik Naibano (Very) selaku anggota Youth taskforce Anti TPPO sekaligus ketua panitia mengatakan bahwa peran orang muda di Atambua sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan TPPO. Kemampuan orang muda dalam menggunakan teknologi informasi khususnya melalui media sosial, akan berdampak pada tersebarnya informasi massif kepada masyarakat khususnya orang- orang muda Atambua tentang bahaya perdagangan orang beserta modus-modus operandinya. “Saya percaya dan optimis bahwa orang muda di Atambua memiliki kepedulian yang tinggi terkait dengan isu perdagangan orang karena mereka bisa melihat dan merasakan secara langsung bagaimana masyarakat atau bahkan  keluarga mereka yang menjadi korban perdagangan orang”.

(Foto: Suasana Kegiatan)

Menurut Very, kegiatan ini bertujuan agar orang-orang muda Atambua mulai mendiskusikan secara serius tentang permasalahan-permasalahan yang umum terjadi di masyarakat serta apa kontribusi yang bisa diberikan oleh mereka. Agar prespektif peserta terbangun dengan lebih baik, maka YTF memberikan pendalaman materi terkait dengan isu Gender, Human Traffciking serta bagaimana membuat konten-konten edukasi kekinian melalui media sosial. YTF Anti TPPO juga mengundang Direktur KITA INSTITUTE yaitu Eka Munfarida Irfiani serta   Ibu Filomena Loe  dari JPIC Atambua untuk terlibat dalam pelatiha ini.

Pelatihan berjalan dengan lancar dan peserta komitmen untuk membentuk sebuah komunitas orang muda dengan nama “JangDiamSa”. Komunitas ini diharapkan mampu menjadi ruang bagi orang muda Atambua untuk berdiskusi dan berekspresi secara aman dan nyaman termasuk melakukan kampanye-kampenye secara aktif baik secara offline maupun online melalui media sosial. (Eka)

More Posts

en_USEnglish